Menurut Kantor Berita ABNA, Ali Akbar Salehi, Ahad (28/2/2021) di sela-sela sidang Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran mengatakan, jika Dewan Gubernur IAEA merilis resolusi anti Iran karena langkah Tehran menghentikan implementasi Protokol Tambahan, maka Iran akan memberi respon yang tepat.
"Sekaitan dengan ini, kami telah mengirim surat kepada IAEA," tambah Salehi.
Menyusul keputusan Amerika Serikat keluar secara sepihak dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) pada 8 Mei 2018, Iran berusaha mempertahankan kesepakatan nuklir dengan syarat pihak seberang mematuhi komitmennya, namun Eropa secara praktis tidak menunjukkan keberhasilan dalam menunaikan janjinya mempertahankan JCPOA.
Parlemen Iran dengan meratifikasi Undang-Undang Pencabutan Sanksi, menginstruksikan pemerintah untuk membatasi kerja sama dengan IAEA jika sanksi AS berlanjut, dan mengambil langkah lebih besar terkait penurunan komitmennya di JCPOA. (MF)
342/